Ganjar Pranowo
menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Buku Daftar Alokasi
Transfer ke Daerah (TKD) Tahun Anggaran 2023 kepada pimpinan instansi vertikal
serta 35 Bupati/Walikota se-Jateng.
Adapun, DIPA dan
Daftar Alokasi TKD merupakan dokumen APBN yang digunakan sebagai acuan pimpinan
instansi vertikal dan kepala daerah dalam melaksanakan program pembangunan
secara kolaboratif.
Dari dua dokumen
tersebut, Ganjar menginstruksikan jajaran di Jateng menggunakan alokasi 2023
untuk memperkuat berbagai bentuk investasi. Total keseluruhan alokasi belanja
APBN 2023 Provinsi Jateng sebesar Rp 104,28 triliun.
Menurut Ganjar,
penggunaan dana untuk investasi sangat penting dilakukan dalam menghadapi tahun
2023. Pasalnya, Ganjar menyebut di tahun tersebut situasi dunia dan nasional
diperkirakan tidak mudah. Sebab itu, Ganjar menekankan kepada jajaran untuk
mempersiapkan kekuatan agar anggarannya dapat bermanfaat di segala sektor.
Ganjar mendorong agar pengelolaan agaran ini dilakukan dengan baik dan
transparan.
Sebelum menerima
alokasi anggaran 2023, Ganjar menyebut Pemprov Jateng sudah melakukan persiapan
di sejumlah sektor. Khususnya terkait pertanian, energi, dan ekonomi
kerakyatan. Sebab itu, Ganjar optimis alokasi anggaran dan perencanaan
investasi 2023 nanti akan menyelesaikan berbagai persoalan di Jateng. Sehingga,
kata Ganjar, seluruh masyarakat Jateng bisa merasakan manfaatnya.
Bicara pangan
kita pasti mampu, transisi energi sedang kita lakukan, tambah digenjot SDM-nya.
Maka tadi penurunan stunting, angka kemiskinan, datanya dong dikejar. Sehingga satu
data Indonesia itu mesti diterjemahkan satu data provinsi kabupaten, kota,
sampai ke desanya beres semua.
Berdasarkan
perkiraan Kemenkeu, perekonomian Jateng akan tumbuh sebesar 4,5 persen hingga
5,3 persen. Hal tersebut dibarengi dengan proses pemulihan ekonomi yang terus
dijaga. Sebelumnya, Jokowi telah menyerahkan dokumen DIPA dan Daftar Alokasi
Transfer ke Daerah (TKD) di Istana Negara, Jakarta, Senin (01/12/2022). Dengan
diserahkannya dua dokumen ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan,
mengatakan APBN 2023 akan dilaksanakan.
Dengan
penyerahan ini berarti seluruh kementerian-lembaga dan pemerintah daerah sudah
mulai bisa melakukan kegiatan, termasuk melakukan procurement (pengadaan barang
dan jasa) meskipun belum masuk Tahun Anggaran 2023.








0 komentar:
Posting Komentar