Rabu, 07 Desember 2022

Ganjar Tanggapi Kritik Pakai Pepatah Minang

 


Ganjar Pranowo kembali menjadi perhatian publik pasca dirinya didukung oleh PAN Jateng untuk jadi Capres. Dalam dukungan yang diumumkan pada Jumat 2 Desember 2022 lalu itu, kader PDIP tersebut dipercaya PAN Jawa Tengah untuk menggantikan Jokowi.

Tak cuma ihwal dukungan tersebut. Pidato Ganjar saat menghadiri undangan PAN itu juga menjadi perhatian. Kalimat yang dilontarkan Ganjar ini lantas mendapatkan riuh tepuk tangan dari kader PAN Jawa Tengah. Saatnya saya terjemahkan. Belum pergi sudah kembali, belum dibeli sudah terjual, belum dimakan sudah terasa. Luar Biasa atau dalam bahasa minang ("ALUN RABAH LAH KA UJUANG, ALUN PAI LAH BABALIAK, ALUN DIBALI LAH BAJUA, ALUN DIMAKAN LAH TARASO”).

Dengan pepatah tersebut, Ganjar mengaku mendapatkan pelajaran bahwa pemimpin harus bisa menyingkirkan kepentingan sesaat. Pepatah Minang ini menjelaskan pada kita bagaimana kita hiduo berakal, terukur, berjangka dan tidak memikirkan kepentingan yang sesaat.

Sebelumnya, Ganjar Pranowo kerap disebut sebagai pemimpin daerah yang kerap pencitraan lewat media sosial. Dikutip dari Populis, Ganjar tak menampik hal demikian. Ia bahkan menyebut sengaja melakukannya. Ganjar mengaku, awalnya dia menggunakan media sosial untuk mendongkrak elektabilitas saat jadi Calon Gubernur Jateng.

Ia sengaja memanfaatkan media sosial agar bisa berkomunikasi dan lebih dekat dengan rakyat. Sebab, menurutnya, kedekatan seorang pemimpin dengan rakyatnya merupakan tuntutan demokrasi. Maka saya gunakanlah alat ini (Handphone), maka alat ini adalah alat perjumpaan saya dengan konstituen saat itu.

Akhirnya, setelah menang di Pilkada Jawa Tengah, ia keterusan berkomunikasi dengan publik lewat akunnya di berbagai platform. Ia pun tak membantah perihal isu pencitraan tersebut. Dan betul pencitraan sebagainya, wong saya Gubernur, kalau saya nggak membangun citra bagaimana.


0 komentar:

Posting Komentar