Ganjar Pranowo kembali menjadi
perhatian publik pasca dirinya didukung oleh PAN Jateng untuk jadi Capres. Dalam
dukungan yang diumumkan pada Jumat 2 Desember 2022 lalu itu, kader PDIP
tersebut dipercaya PAN Jawa Tengah untuk menggantikan Jokowi.
Tak cuma ihwal dukungan tersebut.
Pidato Ganjar saat menghadiri undangan PAN itu juga menjadi perhatian. Kalimat
yang dilontarkan Ganjar ini lantas mendapatkan riuh tepuk tangan dari kader PAN
Jawa Tengah. Saatnya saya terjemahkan. Belum pergi sudah kembali, belum dibeli
sudah terjual, belum dimakan sudah terasa. Luar Biasa atau dalam bahasa minang
("ALUN RABAH LAH KA UJUANG, ALUN PAI LAH BABALIAK, ALUN DIBALI LAH BAJUA,
ALUN DIMAKAN LAH TARASO”).
Dengan pepatah tersebut, Ganjar
mengaku mendapatkan pelajaran bahwa pemimpin harus bisa menyingkirkan
kepentingan sesaat. Pepatah Minang ini menjelaskan pada kita bagaimana kita
hiduo berakal, terukur, berjangka dan tidak memikirkan kepentingan yang sesaat.
Sebelumnya, Ganjar Pranowo kerap
disebut sebagai pemimpin daerah yang kerap pencitraan lewat media sosial. Dikutip
dari Populis, Ganjar tak menampik hal demikian. Ia bahkan menyebut sengaja
melakukannya. Ganjar mengaku, awalnya dia menggunakan media sosial untuk
mendongkrak elektabilitas saat jadi Calon Gubernur Jateng.
Ia sengaja memanfaatkan media
sosial agar bisa berkomunikasi dan lebih dekat dengan rakyat. Sebab,
menurutnya, kedekatan seorang pemimpin dengan rakyatnya merupakan tuntutan
demokrasi. Maka saya gunakanlah alat ini (Handphone), maka alat ini adalah alat
perjumpaan saya dengan konstituen saat itu.
Akhirnya, setelah menang di
Pilkada Jawa Tengah, ia keterusan berkomunikasi dengan publik lewat akunnya di
berbagai platform. Ia pun tak membantah perihal isu pencitraan tersebut. Dan
betul pencitraan sebagainya, wong saya Gubernur, kalau saya nggak membangun
citra bagaimana.








0 komentar:
Posting Komentar